langkah langkah merakit komputer



BAB 1

Langkah Demi Langkah Merakit Komputer …

Berikut Ini Akan Dibahas Mengenai Bagaimana Cara Merakit Komputer, Terutama Bagi Mereka Yang Baru Belajar .. Dari Beberapa Referensi Yang Saya Pelajari .. Maka Berikut Ini Akan Dijelaskan Langkah Demi Langkah Cara Merakit Komputer, Mudah-Mudahan Bermanfaat .. Red. Deden

Komponen Perakit Komputer Tersedia Di Pasaran Dengan Beragam Pilihan Kualitas Dan Harga. Dengan Merakit Sendiri Komputer, Kita Dapat Menentukan Jenis Komponen, Kemampuan Serta Fasilitas Dari Komputer Sesuai Kebutuhan.Tahapan Dalam Perakitan Komputer Terdiri Dari:

A. Persiapan
B. Perakitan
C. Pengujian
D. Penanganan Masalah






Persiapan


Persiapan Yang Baik Akan Memudahkan Dalam Perakitan Komputer Serta Menghindari Permasalahan Yang Mungkin Timbul.Hal Yang Terkait Dalam Persiapan Meliputi:
Penentuan Konfigurasi Komputer
Persiapan Kompunen Dan Perlengkapan
Pengamanan


Penentuan Konfigurasi Komputer


Konfigurasi Komputer Berkait Dengan Penentuan Jenis Komponen Dan Fitur Dari Komputer Serta Bagaimana Seluruh Komponen Dapat Bekerja Sebagai Sebuah Sistem Komputer Sesuai Keinginan Kita.Penentuan Komponen Dimulai Dari Jenis Prosessor, Motherboard, Lalu Komponen Lainnya. Faktor Kesesuaian Atau Kompatibilitas Dari Komponen Terhadap Motherboard Harus Diperhatikan, Karena Setiap Jenis Motherboard Mendukung Jenis Prosessor, Modul Memori, Port Dan I/O Bus Yang Berbeda-Beda.


Persiapan Komponen Dan Perlengkapan


Komponen Komputer Beserta Perlengkapan Untuk Perakitan Dipersiapkan Untuk Perakitan Dipersiapkan Lebih Dulu Untuk Memudahkan Perakitan. Perlengkapan Yang Disiapkan Terdiri Dari:
Komponen Komputer
Kelengkapan Komponen Seperti Kabel, Sekerup, Jumper, Baut Dan Sebagainya
Buku Manual Dan Referensi Dari Komponen
Alat Bantu Berupa Obeng Pipih Dan Philips


Software Sistem Operasi, Device Driver Dan Program Aplikasi.













Buku Manual Diperlukan Sebagai Rujukan Untuk Mengatahui Diagram Posisi Dari Elemen Koneksi (Konektor, Port Dan Slot) Dan Elemen Konfigurasi (Jumper Dan Switch) Beserta Cara Setting Jumper Dan Switch Yang Sesuai Untuk Komputer Yang Dirakit.Diskette Atau CD Software Diperlukan Untuk Menginstall Sistem Operasi, Device Driver Dari Piranti, Dan Program Aplikasi Pada Komputer Yang Selesai Dirakit.


Pengamanan


Tindakan Pengamanan Diperlukan Untuk Menghindari Masalah Seperti Kerusakan Komponen Oleh Muatan Listrik Statis, Jatuh, Panas Berlebihan Atau Tumpahan Cairan.Pencegahan Kerusakan Karena Listrik Statis Dengan Cara:




Menggunakan Gelang Anti Statis Atau Menyentuh Permukaan Logam Pada Casing Sebelum Memegang Komponen Untuk Membuang Muatan Statis.
Tidak Menyentuh Langsung Komponen Elektronik, Konektor Atau Jalur Rangkaian Tetapi Memegang Pada Badan Logam Atau Plastik Yang Terdapat Pada Komponen.












Perakitan


Tahapan Proses Pada Perakitan Komputer Terdiri Dari:
Penyiapan Motherboard
Memasang Prosessor
Memasang Heatsink
Memasang Modul Memori
Memasang Motherboard Pada Casing
Memasang Power Supply
Memasang Kabel Motherboard Dan Casing
Memasang Drive
Memasang Card Adapter
Penyelesaian Akhir



1. Penyiapan Motherboard


Periksa Buku Manual Motherboard Untuk Mengetahui Posisi Jumper Untuk Pengaturan CPU Speed, Speed Multiplier Dan Tegangan Masukan Ke Motherboard. Atur Seting Jumper Sesuai Petunjuk, Kesalahan Mengatur Jumper Tegangan Dapat Merusak Prosessor.









2. Memasang Prosessor


Prosessor Lebih Mudah Dipasang Sebelum Motherboard Menempati Casing. Cara Memasang Prosessor Jenis Socket Dan Slot Berbeda.Jenis Socket
Tentukan Posisi Pin 1 Pada Prosessor Dan Socket Prosessor Di Motherboard, Umumnya Terletak Di Pojok Yang Ditandai Dengan Titik, Segitiga Atau Lekukan.
Tegakkan Posisi Tuas Pengunci Socket Untuk Membuka.
Masukkan Prosessor Ke Socket Dengan Lebih Dulu Menyelaraskan Posisi Kaki-Kaki Prosessor Dengan Lubang Socket. Rapatkan Hingga Tidak Terdapat Celah Antara Prosessor Dengan Socket.
Turunkan Kembali Tuas Pengunci.










Jenis Slot
Pasang Penyangga (Bracket) Pada Dua Ujung Slot Di Motherboard Sehingga Posisi Lubang Pasak Bertemu Dengan Lubang Di Motherboard
Masukkan Pasak Kemudian Pengunci Pasak Pada Lubang Pasak


Selipkan Card Prosessor Di Antara Kedua Penahan Dan Tekan Hingga Tepat Masuk Ke Lubang Slot.










3. Memasang Heatsink


Fungsi Heatsink Adalah Membuang Panas Yang Dihasilkan Oleh Prosessor Lewat Konduksi Panas Dari Prosessor Ke Heatsink.Untuk Mengoptimalkan Pemindahan Panas Maka Heatsink Harus Dipasang Rapat Pada Bagian Atas Prosessor Dengan Beberapa Clip Sebagai Penahan Sedangkan Permukaan Kontak Pada Heatsink Dilapisi Gen Penghantar Panas.Bila Heatsink Dilengkapi Dengan Fan Maka Konektor Power Pada Fan Dihubungkan Ke Konektor Fan Pada Motherboard.






4. Memasang Modul Memori


Modul Memori Umumnya Dipasang Berurutan Dari Nomor Socket Terkecil. Urutan Pemasangan Dapat Dilihat Dari Diagram Motherboard.Setiap Jenis Modul Memori Yakni SIMM, DIMM Dan RIMM Dapat Dibedakan Dengan Posisi Lekukan Pada Sisi Dan Bawah Pada Modul.Cara Memasang Untuk Tiap Jenis Modul Memori Sebagai Berikut.


Jenis SIMM
Sesuaikan Posisi Lekukan Pada Modul Dengan Tonjolan Pada Slot.
Masukkan Modul Dengan Membuat Sudut Miring 45 Derajat Terhadap Slot
Dorong Hingga Modul Tegak Pada Slot, Tuas Pengunci Pada Slot Akan Otomatis Mengunci Modul.














Jenis DIMM Dan RIMM


Cara Memasang Modul DIMM Dan RIMM Sama Dan Hanya Ada Satu Cara Sehingga Tidak Akan Terbalik Karena Ada Dua Lekukan Sebagai Panduan. Perbedaanya DIMM Dan RIMM Pada Posisi Lekukan
Rebahkan Kait Pengunci Pada Ujung Slot
Sesuaikan Posisi Lekukan Pada Konektor Modul Dengan Tonjolan Pada Slot. Lalu Masukkan Modul Ke Slot.
Kait Pengunci Secara Otomatis Mengunci Modul Pada Slot Bila Modul Sudah Tepat Terpasang.
















5. Memasang Motherboard Pada Casing


Motherboard Dipasang Ke Casing Dengan Sekerup Dan Dudukan (Standoff). Cara Pemasangannya Sebagai Berikut:
Tentukan Posisi Lubang Untuk Setiap Dudukan Plastik Dan Logam. Lubang Untuk Dudukan Logam (Metal Spacer) Ditandai Dengan Cincin Pada Tepi Lubang.
Pasang Dudukan Logam Atau Plastik Pada Tray Casing Sesuai Dengan Posisi Setiap Lubang Dudukan Yang Sesuai Pada Motherboard.
Tempatkan Motherboard Pada Tray Casing Sehinga Kepala Dudukan Keluar Dari Lubang Pada Motherboard. Pasang Sekerup Pengunci Pada Setiap Dudukan Logam.
Pasang Bingkai Port I/O (I/O Sheild) Pada Motherboard Jika Ada.
Pasang Tray Casing Yang Sudah Terpasang Motherboard Pada Casing Dan Kunci Dengan Sekerup.












6. Memasang Power Supply


Beberapa Jenis Casing Sudah Dilengkapi Power Supply. Bila Power Supply Belum Disertakan Maka Cara Pemasangannya Sebagai Berikut:
Masukkan Power Supply Pada Rak Di Bagian Belakang Casing. Pasang Ke Empat Buah Sekerup Pengunci.
HUbungkan Konektor Power Dari Power Supply Ke Motherboard. Konektor Power Jenis ATX Hanya Memiliki Satu Cara Pemasangan Sehingga Tidak Akan Terbalik. Untuk Jenis Non ATX Dengan Dua Konektor Yang Terpisah Maka Kabel-Kabel Ground Warna Hitam Harus Ditempatkan Bersisian Dan Dipasang Pada Bagian Tengah Dari Konektor Power Motherboard. Hubungkan Kabel Daya Untuk Fan, Jika Memakai Fan Untuk Pendingin CPU.









7. Memasang Kabel Motherboard Dan Casing


Setelah Motherboard Terpasang Di Casing Langkah Selanjutnya Adalah Memasang Kabel I/O Pada Motherboard Dan Panel Dengan Casing.
Pasang Kabel Data Untuk Floppy Drive Pada Konektor Pengontrol Floppy Di Motherboard
Pasang Kabel IDE Untuk Pada Konektor IDE Primary Dan Secondary Pada Motherboard.
Untuk Motherboard Non ATX. Pasang Kabel Port Serial Dan Pararel Pada Konektor Di Motherboard. Perhatikan Posisi Pin 1 Untuk Memasang.
Pada Bagian Belakang Casing Terdapat Lubang Untuk Memasang Port Tambahan Jenis Non Slot. Buka Sekerup Pengunci Pelat Tertutup Lubang Port Lalumasukkan Port Konektor Yang Ingin Dipasang Dan Pasang Sekerup Kembali.
Bila Port Mouse Belum Tersedia Di Belakang Casing Maka Card Konektor Mouse Harus Dipasang Lalu Dihubungkan Dengan Konektor Mouse Pada Motherboard.
Hubungan Kabel Konektor Dari Switch Di Panel Depan Casing, LED, Speaker Internal Dan Port Yang Terpasang Di Depan Casing Bila Ada Ke Motherboard. Periksa Diagram Motherboard Untuk Mencari Lokasi Konektor Yang Tepat.




















8. Memasang Drive


Prosedur Memasang Drive Hardisk, Floppy, CD ROM, CD-RW Atau DVD Adalah Sama Sebagai Berikut:
Copot Pelet Penutup Bay Drive (Ruang Untuk Drive Pada Casing)
Masukkan Drive Dari Depan Bay Dengan Terlebih Dahulu Mengatur Seting Jumper (Sebagai Master Atau Slave) Pada Drive.
Sesuaikan Posisi Lubang Sekerup Di Drive Dan Casing Lalu Pasang Sekerup Penahan Drive.
Hubungkan Konektor Kabel IDE Ke Drive Dan Konektor Di Motherboard (Konektor Primary Dipakai Lebih Dulu)
Ulangi Langkah 1 Samapai 4 Untuk Setiap Pemasangan Drive.
Bila Kabel IDE Terhubung Ke Du Drive Pastikan Perbedaan Seting Jumper Keduanya Yakni Drive Pertama Diset Sebagai Master Dan Lainnya Sebagai Slave.
Konektor IDE Secondary Pada Motherboard Dapat Dipakai Untuk Menghubungkan Dua Drive Tambahan.
Floppy Drive Dihubungkan Ke Konektor Khusus Floppy Di Motherboard


Sambungkan Kabel Power Dari Catu Daya Ke Masing-Masing Drive.









9. Memasang Card Adapter


Card Adapter Yang Umum Dipasang Adalah Video Card, Sound, Network, Modem Dan SCSI Adapter. Video Card Umumnya Harus Dipasang Dan Diinstall Sebelum Card Adapter Lainnya.Cara Memasang Adapter:
Pegang Card Adapter Pada Tepi, Hindari Menyentuh Komponen Atau Rangkaian Elektronik. Tekan Card Hingga Konektor Tepat Masuk Pada Slot Ekspansi Di Motherboard
Pasang Sekerup Penahan Card Ke Casing
Hubungkan Kembali Kabel Internal Pada Card, Bila Ada.















10. Penyelessaian Akhir
Pasang Penutup Casing Dengan Menggeser
Sambungkan Kabel Dari Catu Daya Ke Soket Dinding.
Pasang Konektor Monitor Ke Port Video Card.
Pasang Konektor Kabel Telepon Ke Port Modem Bila Ada.
Hubungkan Konektor Kabel Keyboard Dan Konektor Mouse Ke Port Mouse Atau Poert Serial (Tergantung Jenis Mouse).
Hubungkan Piranti Eksternal Lainnya Seperti Speaker, Joystick, Dan Microphone Bila Ada Ke Port Yang Sesuai. Periksa Manual Dari Card Adapter Untuk Memastikan Lokasi Port.














Pengujian


Komputer Yang Baru Selesai Dirakit Dapat Diuji Dengan Menjalankan Program Setup BIOS. Cara Melakukan Pengujian Dengan Program BIOS Sebagai Berikut:
Hidupkan Monitor Lalu Unit Sistem. Perhatikan Tampilan Monitor Dan Suara Dari Speaker.
Program FOST Dari BIOS Secara Otomatis Akan Mendeteksi Hardware Yang Terpasang Dikomputer. Bila Terdapat Kesalahan Maka Tampilan Monitor Kosong Dan Speaker Mengeluarkan Bunyi Beep Secara Teratur Sebagai Kode Indikasi Kesalahan. Periksa Referensi Kode BIOS Untuk Mengetahui Indikasi Kesalahan Yang Dimaksud Oleh Kode Beep.
Jika Tidak Terjadi Kesalahan Maka Monitor Menampilkan Proses Eksekusi Dari Program POST. Ekan Tombol Interupsi BIOS Sesuai Petunjuk Di Layar Untuk Masuk Ke Program Setup BIOS.
Periksa Semua Hasil Deteksi Hardware Oleh Program Setup BIOS. Beberapa Seting Mungkin Harus Dirubah Nilainya Terutama Kapasitas Hardisk Dan Boot Sequence.
Simpan Perubahan Seting Dan Keluar Dari Setup BIOS.


Setelah Keluar Dari Setup BIOS, Komputer Akan Meload Sistem OPerasi Dengan Urutan Pencarian Sesuai Seting Boot Sequence Pada BIOS. Masukkan Diskette Atau CD Bootable Yang Berisi Sistem Operasi Pada Drive Pencarian.


Penanganan Masalah


Permasalahan Yang Umum Terjadi Dalam Perakitan Komputer Dan Penanganannya Antara Lain:
Komputer Atau Monitor Tidak Menyala, Kemungkinan Disebabkan Oleh Switch Atau Kabel Daya Belum Terhubung.
Card Adapter Yang Tidak Terdeteksi Disebabkan Oleh Pemasangan Card Belum Pas Ke Slot/


LED Dari Hardisk, Floppy Atau CD Menyala Terus Disebabkan Kesalahan Pemasangan Kabel Konektor Atau Ada Pin Yang Belum Pas Terhubung






BAB 2

PENGERTIAN KOMPUTER

Pengertian dari komputer adalah adalah alat yang digunakan untuk pengolah data menurut tata cara yang berlaku. Sebenarnya komputer dipergunakan untuk menjelaskan pekerjaan seseorang yang melakukan kegiatan menghitung bilangan aritmatika dengan alat bantu atau tanpa alat bantu, namun pengertian kata ini kemudian digambarkan kepada mesin itu sendiri. Awalnya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.

Pada pengertian seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."

Dan menurut sejarah komputer, generasi komputer dibagi menjadi 5 bagian :
1 Generasi Pertama
2 Generasi Kedua
3 Generasi Ketiga
4 Generasi Keempat
5 Generasi Kelima
Dan akan di jelaskan pada bagian selanjutnya.



BAB 3

MACAM DIAGNOSA KOMPUTERUntuk Memeriksa Kondisi Hardware Pada Komputer Perlu Dilakukan Diagnosa. Pada Komputer Dikenal Tiga Jenis Diagnosa, Yaitu :


· POST (Power-On Self-Test)

· Diagnosa Umum (Routine)

· Diagnosa Mencari Dan Memecahkan Kerusakan

1) Langkah-Langkah POST


Setiap Kali Komputer Dihidupkan Secara Otomatis Akan Memulainya Dengan Langkah Diagnosa Yang Dikenal Dengan POST. POST Ini Akan Memeriksa Dan Menguji Semua Komponen-Komponen Sistem. Jika Saat POST Terjadi Problem, Suatu Pesan Akan Disampaikan Pada Pengguna. Pesan Tersebut Dapat Berupa : Pesan Tampilan Di Layar, Suara Beep, Atau Kedua-Duanya. Indikasi Dari Adanya Masalah Sewaktu POST Dinyatakan :


Kode Kesalahan : Dua Sampai Lima Digit Angka


Pesan Kesalahan : Pesan Singkat Dalam Bahasa Inggris (Ada Beberapa Pesan Yang Menunjukkan Problemnya)


Kode Beep : Suara Beep Berurutan


Dengan Sangat Bervariasinya Pabrik Pembuat Motherboard Dan ROM BIOS Maka Kode Beep Yang Diberikan Juga Bervariasi Artinya Untuk Kerusakan Yang Sama Akan Diberikan Kode Beep Yang Berbeda Yang Dikarenakan Adanya Perbedaan Pabrik Pembuat ROM BIOS Atau Motherboard.


Pengujian Semua Memori Termasuk Dalam Langkah POST Ini. Lamanya Pengujian Tergantung Dari Besar Kecilnya Kapasitas Memori Yang Terpasang. Akan Tetapi POST Tidak Mengecek Semua Peralatan Tambahan/Perluasan Seperti : Printer, Modem, Dsb.


Adapun Langkah-Langkah POST Adalah Sbb :
A) Tes CPU: Interupsi Ditutup, Pengetesan Flag Internal, Dan Pengetesan Register Internal


B) Test Checksum ROM BIOS: Pengetesan Checksum ROM BIOS. Hasil Checksum LSB Harus Nol.


C) Tes Timer 1: Timer 1 8253 Diprogram Pada Operasi Mode 2, Pengecekan Pada Akses Dasar Pencacah, Pengecekan Pada Pencacah.


D) Tes DMAC: Pengetesan Pada Semua Saluran Register Alamat Dan Register Pencacah DMA, Inisialisasi Saluran 0 DMA, Inisialisasi Timer 1, Memulai Siklus Memori Refresh.


E) Tes 16 KB DRAM: Pengetesan Pada 5 Pattern Yang Berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H Tulis Dan Baca Kembali.


F) Inisialisasi Interrupt Controller: Control Word Dikirim Untuk Inisialisasi Mode Interrupsi, Pengesetan Vector Interupsi Di Memori.


G) Tes Interrupt Controller: Seting Dan Pengesetan Ulang Register Interupsi, Menempat-Kan Stack-Stack Kesalahan Interupsi.


H) Inisialisasi Timer 0: Timer 0 Diinisialisasi Pada Operasi Mode 3, Cek Timer 0.


I) Tes CRT Controller: Inisialisasi CRT Controller, Test RAM Video, Cek Sebagian Parity Error, Setup Mode Video Melalui Pembacaan Konfigura-Si, Pengujian Pewaktuan Dan Signal Sinkronisasi Gambar.


J) Tes DRAM Di Atas 16KB: Pengetesan Pada 5 Pattern Yang Berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H Tulis Dan Baca Kembali, Jika Ada Kesalahan Akan Ditampil-Kan Alamat Kesalahan Dan Data Di Layar.


K) Tes Keyboard: Cek Keyboard Dengan Kondisi Keyboard Reset, Cek Penekanan Kunci Pada Keyboard.


L) Tes Disk Drive: Cek Semua Card Adapter Disket Dan Disk Drive Yang Terpasang, POST Memanggil Sistem Operasi Dari Disk.


Langkah-Langkah POST Di Atas Dapat Diringkas Sebagai Berikut :


A) Test 1 (Basic System): Cek Power Supply, MPU, Bus, Dan ROM (Langkah A-B)


B) Test 2 (Extended System): Cek System Timer, DMAC, 16KB Lokasi Awal DRAM Dan PIC (Langkah C-H)


C) Test 3 (Display): Cek Sistem Pengendali Signal Video Pada Card Monitor Dan VRAM (Langkah I)


D) Test 4 (Memory): Cek Lokasi DRAM Di Atas 16KB Dengan Disampling / Dicuplik (Langkah J)


E) Test 5 (Keyboard): Cek Keyboard (Langkah K)


F) Test 6 (Drive): Cek Adapter Card Dan Peripheral Disk Drive Dan Hard Disk (Langkah L)


2) Pesan Kesalahan Selama POST


A) Test 1 (Basic System Error), Sistem Terhenti Dengan Tanpa Tampilan Dan Suara Beep, Walaupun Kursor Mungkin Nampak.


B) Test 2 (Extended System Error), Satu Suara Beep Panjang Diikuti Dengan Satu Suara Beep Pendek, Dan Eksekusi POST Terhenti.


C) Test 3 (Display Error), Satu Suara Beep Panjang Diikuti Dengan Dua Suara Beep Pendek, Dan POST Melanjutkan Dengan Test Berikutnya.


D) Test 4 (Memory Error), Ada Tampilan Angka Yang Menunjukkan Kode Kesalahan.


E) Test 5 (Keyboard Error), Ada Tampilan Angka Yang Menunjukkan Kode Kesalahan.


F) Test 6 (Drive Error), Ada Tampilan Angka 601, 1780, Atau 1781 Yang Menunjukkan Kode Kesalahan.


Tabel 1. Kode Suara Kesalahan
Kode Suara
Kemungkinan Daerah Kerusakan
Tanpa Beep
Power Supply
Beep Terus Menerus

Power Supply
Beep Pendek Berulang-Ulang
Power Supply
1 Beep Panjang Dan 1 Beep Pendek
Motherboard
1 Beep Panjang Dan 2 Beep Pendek
Video Adapter Card
1 Beep Pendek Dan Tidak Ada Tampilan
Kabel Monitor Dan Atau Tampilan
1 Beep Pendek Dan Tidak Mau Boot
Kabel Disk, Adapter Disk Atau Disk
Tabel 2. Kode Beep Pada BIOS AMI
Beep Code
Descriptions
1 Short
DRAM Refresh Failure
2 Short
Parity Circuit Failure
3 Short
Base 64K RAM Failure
4 Short
System Timer Failure
5 Short
Process Failure
6 Short
Keyboard Controller Gate A20 Error
7 Short
Virtual Mode Exception Error
8 Short
Display Memory Read/Write Test Failure
9 Short
ROM BIOS Checksum Failure
10 Short
CMOS Shutdown Read/Write Error
11 Short
Cache Memory Error
1 Long, 3 Short
Conventional/Extended Memory Failure
1 Long, 8 Short
Display/Retrace Test Failed



Tabel 3. Award BIOS Beep Codes
Beep Code
Description
1 Long, 2 Short
Indicates A Video Error Has Occurred And The BIOS Cannot Initialize The Video Screen To Display Any Additional Information
Any Other Beep(S)
RAM Problem.
Tabel 4. IBM BIOS
Beep Code
Description
No Beeps
No Power, Loose Card, Or Short.
1 Short Beep
Normal POST, Computer Is Ok.
2 Short Beep
POST Error, Review Screen For Error Code.
Continuous Beep
No Power, Loose Card, Or Short.
Repeating Short Beep
No Power, Loose Card, Or Short.
One Long And One Short Beep
Motherboard Issue.
One Long And Two Short Beeps
Video (Mono/CGA Display Circuitry) Issue.
One Long And Three Short Beeps.
Video (EGA) Display Circuitry.
Three Long Beeps
Keyboard / Keyboard Card Error.
One Beep, Blank Or Incorrect Display
Video Display Circuitry.
Tabel 5. Kode Pesan Kesalahan
Kode
Uraian
1xx
Kerusakan Sistem Board
101
Kerusakan Sistem Board Pada Interrupt
102
Kerusakan Sistem Board Pada Timer
2xx
Kerusakan Memory RAM
201
Tes RAM Rusak
3xx
Kerusakan Keyboard
301
Keyboard Tidak Terespon
6xx
Kerusakan POST Floppy Drive Atau Adapter
601
Kerusakan Floppy Drive
17xx
Kerusakan Hard Disk
1701
Kerusakan POST Pada Unit Hard Disk
18xx
Kerusakan Unit I/O Ekspansi
1801
Kerusakan POST Pada Unit I/O Ekspansi




3) Diagnosa Umum


Diagnosa Ini Meliputi : Konfigurasi Sistem, Perubahan Konfigurasi Sistem, Dan Format Disk.


4) Diagnosa Mencari Dan Memecahkan Kerusakan


Diagnosa Ini Meliputi Tiga Kategori, Yaitu :


A) Software (Bad Command Or File Name, Disk Not Ready, Internal Error, Overflow)


B) Configuration Error Code (Configuration Too Large For Memory, 201 Error - System Unit, 601 Parity Chech X)


C). System Lockup.



BAB 4

SISTEM OPERASI


Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.


Secara Umum, Sistem Operasi Adalah Software Pada Lapisan Pertama Yang Ditaruh Pada Memori Komputer Pada Saat Komputer Dinyalakan. Sedangkan Software-Software Lainnya Dijalankan Setelah Sistem Operasi Berjalan, Dan Sistem Operasi Akan Melakukan Layanan Inti Umum Untuk Software-Software Itu. Layanan Inti Umum Tersebut Seperti Akses Ke Disk, Manajemen Memori, Skeduling Task, Dan Antar-Muka User. Sehingga Masing-Masing Software Tidak Perlu Lagi Melakukan Tugas-Tugas Inti Umum Tersebut, Karena Dapat Dilayani Dan Dilakukan Oleh Sistem Operasi. Bagian Kode Yang Melakukan Tugas-Tugas Inti Dan Umum Tersebut Dinamakan Dengan "Kernel" Suatu Sistem Operasi.



Sistem Operasi Secara Umum Terdiri Dari Beberapa Bagian :


§ Mekanisme Boot, Yaitu Meletakan Kernel Ke Dalam Memory Kernel, Kernel Dapat Dikatakan Sebagai Inti Dari Sistem Operasi.


§ Command Interpreter Atau Shell, Bertugas Untuk Membaca Input Berupa Perintah Dan Menyediakan Beberapa Fungsi Standar Dan Fungsi Dasar Yang Dapat Dipanggil Oleh Aplikasi/Program Maupub Piranti Lunak Lain. Contoh Dari Shell Adalah : Command Prompt Pada Windows XP (DOS Pada Windows 98), XTerm Dan Konsole Di Mesin Linux (Unix).


§ Driver Untuk Berinteraksi Dengan Hardware Sekaligus Mengontrol Kinerja Hardware.


§ Resource Allocator. Sistem Operasi Bertugas Mengatur Dan Mengalokasikan Sumber Daya Dari Perangkat.


§ Handler. Handler Berperan Dalam Mengendalikan Sistem Perangkat Agar Terhindar Dari Kekeliruan (Error) Dan Penggunaan Sumber Daya Yang Tidak Perlu.


Sekarang Kita Akan Menilik Sejarah Dan Perkembangan Sistem Operasi.

Menurut Tanebaum, Sistem Operasi Mengalami Perkembangan Yang Dapat Dibagi Ke Dalam 4generasi.


§ Generasi Awal


Perkembangan Awal Sistem Operasi Masih Dilakukan Secara Manual Dalam Artian Belum Muncul Adanya Sistem Operasi Yang Secara Otomatis Artinya Belum Mendukung Layanan Pekerjaan Yang Dapat Dilakukan Dalam 1 Rangkaian.


§ Generasi Kedua


Di Generasi Ini Sudah Diperkenalkannya Perkejaan Yang Dapat Dilakukan Dalam 1 Rangkaian Atau Biasa Disebut Dengan Batch Proccessing System.


§ Generasi Ketiga


Pada Generasi Ketiga, Sistem Operasi Sudah Mendukung Layanan Multi-User, Multi-Programming Dan Batch Proccessing System (Multi-Task).


§ Generasi Keempat


Di Masa Ini, Sudah Diperkenankannya GUI (Graphical User Interface) Yang Artinya Sistem Operasi Memiliki Tampilan Dan Dengan Bermodalkan Mouse, End-User Dapat Menjalankan Aplikasi/Porgram Atau Piranti Lunak.


§ Generasi Selanjutnya


Pada Generasi Selanjutnya Diperkenalkan Sistem Operasi Yang Berada Dalam Sebuah Sistem Operasi, Ini Adalah Contoh Sebuah Sistem Operasi Berbasikan Website Yang Berkerja Di Dalam Sebuah Sistem Operasi. Dan Generasi Selanjutnya Diperkenalkanlah Sistem Operasi Bergerak (Mobile) Pada Perangkat Bergerak Seperti : PDA, Poket PC, Dan Lain Sebagainya. Di Generasi Selanjutnya Diperkenalkan Juga Teknologi Sistem Operasi Jaringan Yang Sifatnya Virtual, Sehingga Dalam 1 Jaringan Hanya Diinstal 1 Buah Sistem Operasi Pada Perangkat Yang Bertugas Menjadi Server. Selain Itu, Diperkenalkan Pula Cross Platform Operating System Yang Artinya Dapat Menggabungkan 2 Sistem Operasi Berbeda Seperti : Linux Dan Windows.

Dewasa Ini, Hampir Seluruh Manusia Memiliki PC Dan Mobile PC. Dikarenakan Faktor Harga Yang Selalu Berubah Dan Kebutuhan Manusia Akan Perangkat Otomatis Seperti : PC, Maka Manusia Menjadikan PC Sebagai Kebutuhan Utama. Seiring Dengan Perkembangan Teknologi PC Pun Dibuat Ringkas Agar Dapat Dijadikan Sebagai Piranti Otomatisasi Yang Bergerak (Bisa Digunakan Kapan Saja, Di Mana Saja Dan Oleh Siapa Saja). Contoh PC Bergerak Adalah : Laptop, Notebook Dan NetBook, Ketiga Piranti Tersebut Juga Memiliki Sistem Operasi Layaknya PC. Dan Sekarang Saatnya Kita Bahas Sistem Operasi Yang Ada Di PC.




Share your views...

6 Respones to "langkah langkah merakit komputer"

Wahyu setya mengatakan...

tolong tinggalin komentarnya

AkZen 4ever mengatakan...

ya lk ileng tk kmntar'i


19 Oktober 2012 pukul 05.20
Unknown mengatakan...

eo aq nek ileng eo tak komentari og. . .. .
arek" pye eo nek d kon gwe' ne. . . .

oleh podo g' eo per anak


19 Oktober 2012 pukul 05.59
acemaxs31 mengatakan...

mantap artikelnya
jellygamat-qnc.xyz


7 Januari 2017 pukul 21.22
Unknown mengatakan...

Ijin copas min


30 September 2019 pukul 07.27
Unknown mengatakan...

Ijin copas min


30 September 2019 pukul 07.27

Posting Komentar

 

© 2010 langkah langkah merakit komputer All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info